Solaris
Sun
Solaris adalah sebuah
sistem operasi keluarga Unix yang dikembangkan oleh Sun Microsystems
Inc. Sun Microsystem menggantikan Sun OS sebelumnya yang telah ada pada tahun
1992. Sekarang Solaris lebih dikenal dengan nama Oracle Solaris, sejak
kepemilikannya digantikan oleh Oracle Coorporation pada Januari 2010. OpenSolaris adalah Sun Solaris yang di
open-source kan di bawah lisensiCDDL (Common Development and Distribution
License). Sun Solaris bisa dijalankan di atas prosesor yang berspek x86,x64,
SPARC dan dan server dari Sun serta vendor lainnya , dengan dilakukan upaya
untuk port ke platform tambahan Solaris terdaftar sebagai kompatibel dengan
Spesifikasi Single Unix.
Solaris
dikembangkan sebagai perangkat lunak, sehingga pada bulan Juni 2005 Sun
Microsystem merilis sebagian besar basis kode di bawah lisensi CDDL dan
mendirikan proyek sumber terbuka OpenSolaris. Setelah dilakukan akuisisi dari
Sun Microsystem Sun Microsystems pada bulan Januari 2010, Oracle memutuskan
untuk menghentikan distribusi OpenSolaris dan perkembangan sistemnya. Namun
setelah Solaris 11, Oracle akan mulai program mitra teknologi kembali dengan
nama Oracle Technology Network ( OTN ) dimana memberikan akses serta izin dalam
pengembangannya.
ARTI
DARI LOGO SUN SOLARIS
Arti nama Solaris berasal dari bahasa
Yunani yang artinya matahari, sesuai dengan logo berlambang matahari, yang
sebelumnya dikenal sebagai Sun Solaris merupakan sebuah sistem
operasi keluarga Unix yang sebelumnya dikembangkan oleh Sun
Microsystems Inc. Sun Microsystem menggantikan Sun OS sebelumnya yang
telah ada pada tahun 1993. Setelah proses akuisisi Sun
oleh Oracle pada bulan januari 2010, Solaris menjadi lebih dikenal
sebagai Oracle Solaris.
Sistem operasi
Solaris dikenal secara luas karena skalabilitas yang dimilikinya, utamanya pada
sistem komputer berbasis SPARC, dan sejumlah fitur-fitur inovatif yang
dibawanya seperti DTrace, ZFS (Zettabyte File System), dan Time Slider. Sistem
operasi ini dapat dijalankan di atas prosesor x86 baik 32bit atau 64bit
(berbasis instruksi Amd64), serta prosesor SPARC baik yang diproduksi oleh Sun
ataupun Fujitsu. Solaris terdaftar sebagai sistem operasi yang kompatibel dan
memenuhi spesifikasi Single Unix Specification.
PENGGUNAAN
SUN SOLARIS
Sun solaris Dapat digunakan dengan
atau tanpa melakukan installasi langsung pada perangkat yang akan digunakan
baik itu jaringan fisik, dekstop ataupun server :
1. Penggunaan
dengan melakukan instalasi
Solaris dapat diinstal dari media
fisik ataupun jaringan yang digunakan pada desktop atau server. Solaris dapat
diinstal secara interaktif dari konsol teks pada platform tanpa tampilan video
dan mouse. Hal ini mungkin dipilih untuk server, dalam tatanan, di dalam remote
pusat data, dari terminal server atau bahkan dial-up modem. Solaris juga dapat
diinstal secara interaktif dari konsol grafis. Hal ini bisa dipilih untuk
workstation pribadi atau laptop, di lokal area, dimana konsol biasa digunakan.
Solaris secara otomatis dapat diinstal melalui jaringan. Administrator sistem
dapat mengkustomisasi instalasi dengan script dan file konfigurasi, termasuk
konfigurasi dan instalasi otomatis dari perangkat lunak third-party, tanpa
membeli tambahan perangkat lunak . Ketika Solaris terinstal, sistem operasi
akan berada pada sistem yang sama dimana instalasi dilakukan. Aplikasi secara
individual diinstal pada sistem lokal, atau dapat dipasang melalui jaringan
dari remote sistem.
2. Penggunaan
Tanpa Melakukan Installasi
Solaris dapat digunakan tanpa
menginstal sistem operasi secara terpisah pada desktop atau server. Solaris dapat
ditukarkan dari sebuah remote server yang menyediakan tampilan OS dalam keadaan
sediktnya ketersediaan cakram, atau dalam keadaan dimana internal cakram hanya
digunakan sebagai tempat swap. Dalam konfigurasi ini maka sistem operasi masih
dapat berjalan secara lokal dalam sistem. Aplikasi dimungkinkan ataupun tidak
dimungkinkan berada pada lokal area ketika aplikasi dijalankan.
Hal tersebut mungkin dipilih untuk
area bisnis dan lembaga pendidikan dimana pengaturan awal yang cepat diperlukan
( workstation dapat digulirkan dari loading dock, alamat MAC yang teregistrasi
pada pusat server, terpasang, dan digunakan secara lebih cepat) atau
penggantian secara cepat diperlukan ( apabila terjadi kegagalan pada desktop
perangkat keras, sebuah workstation baru ditarik dari closet, dipasang, dan
pengguna dapat melanjutkan pekerjaannya pada tahap terakhir pengerjaannya
disimpan.
Aplikasi, Sistem Operasi, Window
Manager dan memberikan grafis berjalan pada satu atau lebih remote sistem.
Administrator dapat menambahkan sebuah akun pengguna untuk sistem utama
Solaris, diletakkan pada desktop, dan pengguna dapat memulai kerja secepatnya.
Apabila terdapat kegagalan perangkat keras, maka hal tersebut dapat ditukarkan
dan pengguna dapat melanjutkan pekerjaannya dari titik poin kegagalan, apakah
pekerjaan tersebut masih dapat disimpan.
Sejarah Solaris
Pada
tahun 1969, engineers dari Bell Labs yang merupakan bagian dari AT&T,
membuat operasi system baru yang dibiayai oleh Departemen Pertahanan Amerika.
Sistem ini dikenal sebagai Unix, memiliki banyak fitur, namun fitur
yang paling menonjol adalah kemampuan untuk memungkinkan mengakses
beberapa user pada waktu yang bersamaan. Pada awalnya, AT&T tidak
memperbolehkan menjual perangkat lunak, karena AT&T hanya menerbitkan izin
tanpa dukungan teknis pada pihak-pihak yang berkepentingan, salah satunya pada
Lembaga Ilmu Komputer University of California, Berkley, yang menggunakan Unix
pada tahun 1974. Pada tahun 1977, lulusan U.C. Berkley menciptakan Berkley
Software versi pertama yang mendistribusikan Unix. Hal ini menarik Departemen
Pertahanan Amerika yang sedang mencari cara untuk mendesentralisasikan jaringan
komputernya. Maka bersama-sama mengembangkan cara untuk mendesentralisasikan
jaringan dan pada akhirnya tercipta World Wide Web(WWW).
Pada
tahun 1987 Sun Microsystems dan AT&T bekerjasama dalam satu aliansi untuk
mengembangkan Unix System V Release 4(SVR4). Sejak saat itu Sun memperbaiki dan
mendukung OS Solaris yaitu dengan menambahkan lebih banyak lagi fitur-fitur
baru, termasuk untuk arsitektur komputer 64-bit. Versi minor SunOS yang dirilis
oleh Sun disertakan dalam penamaan Solaris, misalnya Solaris 2.4 yang merupakan
SunOS 5.4. Namun setelah versi Solaris 2.6, Sun menghilangkan angka “2” di
depan kodifikasi versinya, sehingga rilis berikutnya SunOS 5.7 dinamakan
sebagai Solaris 7 dan rilis terakhir adalah Solaris 11. Oracle saat ini merilis
Solaris 11 Express untuk platform SPARC dan x86, Oracle Solaris sendiri dapat
berjalan pada lebih dari 1.000 sistem dari produsen terkemuka dan memegang
ratusan rekor dunia pada Oracle’s Sun x86-based X-series server dan SPARC-based
T-series dan M-series servers. Oracle Solaris 11 Express memberikan keamanan,
pengelolaan dan kinerja yang profesional IT. Berikut
perkembangan Solaris dalam
kurun waktu sebagai berikut:
1. 1991-1994
Solaris
versi : Solaris 1.x
SUN OS
versi :SunOS 4.1.x
Keterangan : SunOS 4 kembali di cap sama Solaris 1 yaitu untuk tujuan marketing.
2. Juni 1992
Solaris versi : Solaris 2.0
SUN OS versi : SunOS 5.0
Keterangan : Terutama hanya tersedia untuk para pengembang, support
hanya untuk sun4c arsitesktur. Pertama menampilkan dari NIS+.
3. Desember 1992 (SPARC) Mei 1993 (x86)
Solaris versi : Solaris 2.1
SUN OS versi : SunOS 5.1
Keterangan : Support untuk sun4 dan sun4m arsitekstur; Yang pertama
melepaskan Solaris x86. Solaris versi 2 yang pertama dirilis untuk support SMP.
4. Mei 1993
Solaris versi : Solaris 2.2
SUN OS versi : SunOS 5.2
Keterangan : Hanya merilis SPARC. Yang pertama suport sun4d arsitekstur. Yang pertama support ke
multithreading libraries.
5. November 1993
Solaris versi : Solaris 2.3
SUN OS versi : SunOS 5.3
Keterangan : Hanya mengeluarkan SPARC. OpenWindows 3.3 melansir dari
NeWS untuk memperlihatkan PostScript dan
menjatuhkan dukungan SunView.
6. November 1994
Solaris versi : Solaris 2.4
SUN OS versi : SunOS 5.4
Keterangan : Yang pertama mempersatukan SPARC/x86. Memasukan OSF/Motif runtime
support.
7. November 1995
Solaris versi : Solaris 2.5
SUN OS versi : SunOS 5.5
Keterangan : November 1995 Yang
pertama support ke UltraSPARC dan
memasukan CDE, NFSv3 dan NFS/TCP. Memasukan sun4 (VMEbus) support.
POSIX.1c-1995 pthreads. ditambah Doors
tapi tidak dikomumenkan.
8. May 1996
Solaris versi : Solaris 2.5.1
SUN OS versi : SunOS 5.5.1
Keterangan : Hanya diliris untuk mendukung/menyokong PowerPC platform;
ditambah Ultra Enterprise support; user dan group IDs (uid_t, gid_t)
dikembangkan hingga 32 bits, juga dimasukan processor sets dan manajemen sumber
daya teknologi yang cepat.
9. Juli 1997
Solaris versi : Solaris 2.6
SUN OS versi : SunOS 5.6
Keterangan : Memasukan Kerberos
5, PAM, TrueType fonts, WebNFS, file support besar , enhanced procfs.
SPARCserver 600MP series support.
10. November 1998
Solaris versi : Solaris 7
SUN OS versi : SunOS 5.7
Keterangan : 64-bit UltraSPARC yang pertama kali dirilis. Ditambah
native support for file sistem meta-data logging (UFS logging). Memasukan MCA
support x86 platform. Pembaharuan yang
terakhir solaris 7 pada November 1999.
11. February 2000
Solaris versi : Solaris 8
SUN OS versi : SunOS 5.8
Keterangan : Memasukan Multipath I/O, IPMP, support untuk pertama
kalinya untuk IPv6 dan IPsec, modular debugger. diperkenalkannya Role-Based
Access Control (RBAC); sun4c support dan pembaharuan untuk versi ini dilakukan
pada Februari 2004.
12. 28 Mei 2002 (SPARC) 10 Januari 2003 (x86)
Solaris versi : Solaris 9
SUN OS versi : SunOS 5.9
Keterangan : iPlanet Directory Server, Manajer sumber daya , manajer
volume, extended file attributes, IKE( IPsec keying), dan kompabiliti terhadap
LINUX; dikalahkan oleh open windows, sun4d support kepada sun4d. dan versi yang
termutakhir pada September 2005.
13. 31 Januari 2005
Solaris versi : Solaris 10
SUN OS versi : Solaris OS 5.10
Keterangan : Support kepada processor x64 (AMD64/EM 64T), Dinamic
Tracing, Solaris Containers, support untuk sun4m dan processor Ultra SPARC 1,
Service Management Security (SMF) yang menggantikan init.d script dan NFSv4,
support untuk EISA-based PCs removed dan ditambah JAVA sistem desktop, didukung
labih dari didukung oleh lebih dari 270 platform peranti keras dari vendor yang
berbeda-beda, seperti Dell, Fujitsu, Fujitsu Siemens Computers, IBM, dan HP.
Sun juga meluncurkan game- changing business model untuk mendukung Solaris 10.
• Solaris 10 pada januari 2006 ditambah
GRUB bootloader untuk x86 sistem, iSCSI
Initiator support dan fcinfo command-line tool.
• Solaris 10 pada Juni 2006 ditambah ZFS
file sistem.
• Solaris 10 pada November 2006 ditambah
STU (Solari Trusted Extensions) dan Logical Domains.
• Solaris 10 pada Agustus 2007 ditambah
Samba Active Directory support, IP Instances,
iSCSI Target support dan Solaris Containers untuk Linux aplikasi.
• Solaris 10 pada Juni 2008 ditambah CPU
capping untuk kemampuan Solaris Containers, support untukAMD processors.
Sun
Microsystem Inc. Memegang peranan penting pada perkembangan Sun Solaris. Pada
bulan Januari 2010, Sun Microsystem melakukan akuisisi pada Oracle, maka
Solaris dikenal sebagai Oracle Solaris. Solaris mendistribusikan source codenya
dibawah licensi Common Development and Distribution License (CCDL). Oracle juga
akan memulai program mitra teknologi yang telah dilakukan pada produk-produk
lainnya dengan nama Oracle Technology Network (OTN) yang memberikan akses serta
izin atas source code solaris tersebut.
DUKUNGAN
MULTIPROCESSOR
Kernel Solaris memiliki kemampuan
fully preemtible yang artinya semua thread, termasuk thread yang mendukung
aktifitas kernel itu sendiri dapat ditunda untuk menjalankan thread dengan
prioritas yang lebih tinggi; memiliki penjadwalan secara soft realtime; mendukung
symmetrically multiprocessing yang mengoptimalkan kerja semua processornya
dalam tingkatan yang sama, sehingga memberikan kualitas akses yang sama pada hardware
computer yang lain dan mendukung juga user-level multithreading.
Dukungan
multiprocessor pertama kali ditambahkan pada kernel Solaris, pengembang lebih
mengutamakan pada kemampuan kernel, karena dengan kernel yang stabil, mampu
meningkatkan concurrency, dan juga mampu mendukung dan mengontrol lebih dari
satu thread dalam satu proses user. Thread sendiri mampu melaksanakan system
calls dan menangani page faults secara independent. Untuk membuat kernel
mendukung pengoperasian multiprocessor, thread mengontrol untuk menjalankan
proses secara bersamaan pada processor yang berbeda. Para pengembang juga ingin
kernel yang dibangun tersebut dapat beroperasi secara soft realtime, yang
diperlukan untuk mengontrol penjadwalan yang berlebihan dan preemption adalah
tindakan sementara pada proses yang sedang dilakukan oleh system computer,
untuk melanjutkan proses di lain waktu. Dan preemption ini memungkinan untuk
mengeksekusi pada banyak titik proses.
Kernel
thread menggunakan resources yang sangat sedikit, dan peralihan kernel
threadnya relative sangat sedikit karena tidak memerlukan sebuah perubahan space
pada virtual memory. Kernel thread juga memiliki kemampuan fully preemptible
dan dapat menjadwalkan berdasarkan prioritas pada realtime. Solaris mampu
menggunakan kernel threads untuk memungkinkan asynchronous aktifitas kernel,
seperti menulis asynchronous disk. Hal ini menghilangkan berbagai komplikasi
dari idle loop dan menggantikannya dengan penjadwalan thread secara
independent. Hal ini meningkatkan concurrency karena tindakan yang
ditangani oleh CPU terpisah dan memberikan aktifitas pada prioritas
asynchronous sehingga dapat dijadwalkan secara tepat. Kernel thread juga
menangani interrupt. Jika thread ditemukan interrupt, maka akan menguncinya
pada blok-blok yang mengalami interrups tersebut dan memungkinkan untuk
menghapus dan mencegah terjadinya deadlock. Karena membuat thread baru setiap
kali terjadi interrupt itu sangat memakan waktu, maka kernel menyiapkan
bagian-bagian untuk menginisialisasi thread interrupt tersebut, dan ketika
interrupt terjadi maka satuan kerja tersebut memindahkannya pada tumpukan
thread interrupt.
1. Diagram Multithreading Levels and
Relationships
Fitur utama pada multiprocessor kernel
Solaris adalah dengan dukungan Lightweight Processes(LWPs). Dukungan LWPs
sendiri adalah mendukung beberapa control dari kernel thread pada banyak proses
user, seperti yang ditunjukan pada Gambar 2. Mereka berbagi space dengan
proses, dan resources proses. Kernel mendukung pelaksanaan LWPs dengan
menghubungkan penggunaan kernel thread dengan LWP masing-masing. Tiap-tiap user
level library menggunakan LWPs untuk mengimplementasikan user level threads.
Hal ini memungkinkan proses user memiliki ribuan thread tanpa membebankan
kernel.
a. Deadlocks
Seperti yang dibahas sebelumnya, kernel
Solaris dirancang untuk mencegah deadlocks yang disebabkan oleh thread
interrupt. Hal ini dilakukan dengan memblokir thread-thread interrupt, jika
ditemukan maka variable sinkronisasi akan terkunci dan menunggu sampai bagian
yang critical sudah selesaikan. Strategi penguncian kernel ini digunakan untuk
mengunci yang berbasis data. Didalam metode ini, setiap data dilindungi oleh
objek sinkronisasi.
Kernel juga mengimplementasikan
pencegahan deadlocks menggunakan penguncian Mutual Exclusion (mutexes) untuk
mencegah lebih dari satu thread dari tiap-tiap proses ketika ditemukan
penguncian. Ini menghindari race condition ketika mengakses data secara
bersamaan. Jika mutex tidak dapat mengatur penguncian tersebut, maka kebijakan
pemblokiran defaultnya adalah dengan cara memutari penguncian tersebut ke arah
processor. Status ini akan terus berulang jika tidak menjalankan suatu proses
dan menghentikan putaran tersebut, maka statusnya pun akan idle. Hal ini
memberikan respon yang cepat dengan tingkat overhead yang rendah.
Deadlocks Detection juga
diimplementasikan, deadlocks ini disebabkan oleh hierarchy violations yang
mendeteksi pada saat runtime dengan menggunakan mekanisme prioritas
inheritance. Karena mekanisme ini tidak mampu mendeteksi semua deadlocks,
beberapa deadlocks yang tidak dapat terdeteksi adalah dengan kondisi yang
bervariasi.
b. Virtual
Memory
Pada saat booting, Solaris membagi
semua memori ke dalam tiap-tiap halaman. Biasanya, membagi 4 kilobyte, dan
dapat berkisar hingga 4 megabyte. Solaris menggunakan algoritma LRU Second
Chance two-handed untuk sistem virtual memory. Semua halaman diberikan
kesempatan kedua bagi suatu halaman untuk berada didalam memory karena halaman
yang sudah lama berada di memory mungkin saja adalah halaman yang sering
digunakan dan akan digunakan lagi. Hal ini dilakukan oleh thread kernel pada
Solaris yang biasa disebut Scanner.
Kesempatan kedua itu direalisasikan
dengan adanya bit acuan yang diset untuk suatu halaman. Halaman yang lebih dulu
diakses berada didepan antrian dan yang baru saja diakases berada dibelakang
antrian. Ketika terjadi kesalahan halaman, algoritma ini tidak langsung
mengganti halaman didepan antrian tapi terlebih dahulu memeriksa bit acuannya.
Jika bit acuannya sama dengan nol, halaman tersebut akan langsung diganti. Jika
bit acuannya sama dengan satu, halaman tersebut akan dipindahkan ke akhir
antrian dan bit acuannya diubah menjadi nol, kemudian mengulangi proses ini
untuk halaman yang sekarang berada didepan antrian.
Scanning dilakukan secara berkala pada
sistem dan tergantung pada jumlah free memory. Aktifitas scanner sistem berada
di bawah parameter lotsfree ( batas parameter untuk memulai paging dari free
memory yang tersedia ), yang defaultnya adalah 1/64 dari memori utama. Pageout
scannerkemudian akan melakukan scanning antara batas tetap slowscan dan
fastscan. Jika diperlukan, juga dapat dikonfigurasi untuk menjaga scanner dari
penggunaan waktu CPU yang berlebihan.
Setelah memori turun di bawah desfree,
yang defaultnya setengah dari lotsfree, akan memicutimer yang akan mencoba
untuk mendapatkan rata-rata memori dalam waktu 30 detik di atas desfree.Jika
seperti itu maka akan memicu soft swapping. Dalam soft swapping, akan menukar
proses yang idle untuk jangka waktu tertentu. Proses standard idle adalah 20
detik.
Jika CPU menghabiskan lebih banyak waktu
mengganti halaman daripada melakukanpekerjaan yang berguna (ketika rata-rata
selama 30 detik turun di bawah minfree [setengah dari desfree] dan free memory
yang saat itu dibawah desfree), maka akan masuk ke dalam swap. Jika terdapat
proses yang membutuhkan memory besar dan membutuhkan waktu yang lama maka swap
mengambil alih.
Bahkan menjalankan pekerjaan yang layak
untuk swap keluar, dan itu nikmatmengambil pekerjaan yang telah berjalan untuk
waktu yang lama atau proses yang telah mengalokasikan jumlah yang relatif besar
memori.
Nama Solaris digunakan oleh Sun secara
khusus merujuk pada produk yang berbasisSRV4, SunOS 5.0, dan rilis-rilis
berikutnya.
1. Unix System V Release 4 (SVR4).
Pada tahun 1987, AT&T dn Sun mengumumkan bahwa mereka
bekerjasama dalamsebuah proyek untuk menggabungkan varian Unix yang paling
popular di pasaransaat itu : BSD, System V dan Xenix. Sehingga terbentuklah
Unix System V Release4 (SVR4).
2. Solaris 1
SunOS
4.1.x rilis mikro yang dinamai sebagai Solaris 1.
3. Solaris 2
Tanggal 4 September 1991, Sun mengumumkan bahwa mereka
akan menggantikanUnix yang dikembangkan dari BSD, SunOS4 dengan sebuah produk
berbasis SVR4yang secara internal dinamai sebagai SunOS5. Namun nama baru yang
dikenalkansaat produk tersebut mulai dipasarkan adalah Solaris 2.
4. Solaris 2.4
Yang merupakan gabungan dengan Sun OS
5.4
5. Solaris 2.6
6. Solaris 7
7. Solaris 8
Paket instalasi Solaris 8 (SunOS 5.8)
dikirimkan pada beberapa CD yang meliputisistem operasi, aplikasi dan dokumentasi.
Dengan Webstart Solaris
3.0 InstallerSolaris dapat
diinstal nyaman pada partisi harddisk disiapkan dengan setidaknya 2GByte ruang
kosong. Ini juga
kabar baik bagi
siapa saja yang
mencari untukmendapatkan sistem
operasi mereka dan berjalan dalam ruang yang relatif singkat.Jika Anda ingin
melanjutkan pengaturan fitur
lainnya, seperti O2 Broadband atauMicrosoft
Office, kemudian Solaris 8 sangat nyaman. Installer
membagi partisimenjadi satu partisi boot
(10 MByte dari
ukuran) dan Sistem Solaris
termasukdaerah swap.
8. Solaris 9
Kompatibilitas
ditingkatkan ke Linux
di Solaris 9,
perpustakaan standar untukaplikasi
Linux yang diinstal
sekarang juga. Karakteristik
keamanan menjadidiperpanjang,
manajer Sumber Daya alat baru dengan CLI dan GUI serta satu serverdirektori
baru dimana ditambahkan. Sistem file
ditingkatkan dan diperluas denganSVM
(Solaris Volume Manager).
Perpustakaan baru yang
ditambahkan untukmultithreading dan
instalasi dan konfigurasi mendapat
ditingkatkan.
Pelaksanaanaplikasi java dengan
Java Virtual Machine
dipercepat oleh perpustakaan
barusekarang. Sebagai desktop Anda dapat memilih antara CDE (Desktop
Environmentcommon) atau desktop Gnome 2.0.
9. Solaris 10
Solaris
Versi 10 ini
diluncurkan untuk membantu
pelanggan
memaksimalkanpenggunaan aset dan kinerja sistem, mengelola kompleksitas
datacenter, menjagakelangsungan bisnis
serta mengurangi biaya. Solaris 10 10/08 meliputi
sejumlahupdate produk dan peningkatan yang dilakukan melalui komunitas
OpenSolaris.

10. Solaris 11
Oracle Solaris
11 juga OS
dirancang untuk mejawab
tantangan terbesar bagipelanggan dalam
mengelola infrastruktur data
center modern, sekaligusmengoptimalkan performa
serta desakan kebutuhan
akan skalabiltas danpenyelenggaraan infrastruktur berbasis
cloud yang cepat dan aman. Ini merupakan OSpertama dan satu-satunya yang
tervirtualisasi secara penuh, menyediakan keamanan,fleksibelitas dan layanan
virtualisasi built-in yang memungkinkan pelanggan untukmemaksimalkan sistem,
jaringan dan sumber data yang ada di dalam data centermereka tanpa harus
mengeluarkan biaya virtualisasi.
11. Solaris 11 Express versi 2010.11
Oracle
meluncurkan Solaris 11 Express versi 2010.11 sebagai bagian dari
tahapanpenyempurnaan Solaris 11, salah satu sistem operasi keluarga Unix. Yang
baru di rilisini antara lain adalah fitur instalasi otomatis dan peningkatan
pada sistem berkas ZFS.Oracles Solaris 11 Express dibekali beberapa fungsi baru
yang menurut Oracle telahdigodok
selama lima tahun
dan diklaim memberikan
dampak positif terhadappemeliharaan sistem. Solaris 11
menyediakan fungsi Snapshot untuk sistem berkasZFS yang memungkinkan setiap
pemasangan paket software baru, sebelumnya dapatmerekam sebuah Snapshot.
Hal itu
diperlukan bila paket software yang dipasangmemerlukan reboot,
dan snapshot kemudian
diklon (copy) untuk
menyediakanlingkungan Boot baru yang dibutuhkan agar paket software atau
patch tersebut dapatditanamkan
didalamnya. Setelah Administrator yakin
bahwa paket software
atausebuah update berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya, barulah
sistem dibootuntuk menjalankan sistem berikut penambahan software atau
perbaikan terpasang.Andaikan masih terjadi kekliruan, Administrator masih bisa
kembali menggunakanlingkungan boot sebelumnya.

KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN SOLARIS
Kelebihan
:
a. Free
redistribution, setiap user bisa membeli atau memberikan secara bebas software
tersebut oleh dirinya sendiri atau sebagai bagian dari kumpulan distributor.
b. Derived
works, setiap orang bisa mengubah kode dan mendistribusikan kembali untuk umum.
c. No
discrimination, kode disediakan untuk semua orang agar bisa dikembangkan.
d. ZFS adalah Fasilitas Restore Mirip
seperti feature Restore di sistem operasi Windows.
e. Banyak
tool observasi dan debugging, misal seperti tool monitoring system, modular
debugger (MDB), dynamic tracing (D-Trace).
f. Memiliki
beberapa bentuk virtulasasi, selain virtualisasi pada tingkat system operasi
seperti virtualisai pada Solaris Zone, OpenSolaris juga mendukung virtualisasi
untuk Xvm hypervisor, Logical Domains (LDoms), virtualbox dan bisa juga jalan
pada VMware dan beberapa framework virtualisasi yang lainnya.
g. Mempunyai
tingkat skalabilitas yang tinggi. OpenSolaris dapat berjalan pada single
prosesor maupun multiprosesor dengan ratusan CPU dan RAM dengan ukuran
terabyte.
h. Integrasi
AMP stack (Apache, MySQL, PHP) untuk menjalankan web server.
i. Sistem
file stabil untuk database, server Internet, Intranet, file-server,
Internet-client, pembangunan Java.
j. Solaris
bisa dijalankan di atas prosesor yang berspek x86,x64 dan SPARC.
Kekurangan
:
a. Harga
sistem operasi komersil yang mahal (versi berbayar).
b. Kepantasan
inovasi Linux lama kelamaan memberi kesan kepada sistem Unix komersil.
c. Sistem
operasi Unix versi "hampir" percuma tidak sebaik sistem operasi Unix
komersil.
d. Driver
hardware yang kurang baik.
Daftar Pustaka
